Cinta Tanah Air Termasuk Ke Dalam Iman?

Written by Abu Muslim on 16.09

Di antara hadits yang masyhur di kalangan kaum muslimin adalah hadits
حُبُّ اْلوَطَنِ مِنَ اْلإِيْمَانِ
“Cinta tanah air termasuk keimanan.”
Asy Syaikh Al Albani berkata (tentang hadits ini) di dalam Silsilah Al Ahadits Adh Dhaifah (1/110):
Maudhu’ (hadits palsu). Sebagaimana yang dikatakan Ash Shaghani (hal. 7) dan juga yang selain beliau.
Dan maknanya tidaklah benar karena cinta kepada tanah air itu seperti cinta kepada dirinya, cinta kepada harta, dan yang sejenisnya. Semua ini adalah perkara yang telah tertanam dalam setiap individu. Tidaklah seseorang dipuji karena mencintai perkara ini, dan tidaklah pula menunjukkan konsekuensi keimanan. Tidakkah Anda lihat bahwa seluruh manusia berserikat di dalam kecintaan ini, tiada beda dalam hal ini antara orang mukminnya maupun orang kafirnya?


(Diterjemahkan dari Silsilah Al Ahadits Adh Dhaifah, nomor hadits 32)

Kunyah Bagi Yang Belum Punya Anak

Written by Abu Muslim on 15.48

Kunyah (baca: kun-yah) yaitu nama yang diawali dengan "Abu" jika laki-laki dan "Ummu" jika perempuan. Hal ini pada umumnya merupakan suatu penghormatan dan kemuliaan.

Dari Anas bin Malik berkata: Abu Tholhah memiliki anak yang berkunyah Abu Umair. Nabi apabila datang kepada Ummu Sulaim maka beliau mencandai Abu Umair, suatu saat Nabi melihatnya sedih, maka beliau bersabda: Mengpa saya melihatnya sedih, maka beliau bersabda: Mengapa saya lihat Abu Umair bersedih? Mereka mengatakan: Wahai Rasulullah, burung kecil mainannya mati, kemudian Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:"Wahai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan oleh Nughoir?!" Anas berkata: Saya tidak pernah menyentuh sesuatu pun baik khuzzah (kain yang terbuat dari wol dan sutra) dan kain sutra yang lebih halus daripada telapak tangan Rasulullah.

Hadist di atas menunjukan disyariatkannya kunyah bagi anak kecil dan bagi orang dewasa, sekalipun belum punya anak. Oleh karena itu, merupakan kebiasaan salaf dari kalangan sahabat adalah berkunyah sekalipun belum dikruniai anak. (Al Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah (5/26278). Maka hal ini membantah pendapat sebagian kalangan yang melarang kunyah bagi yang belum punya anak. Hal ini diperkuat lagi dengan hadist lainnya sebagai berikut:

Dari Urwah bahwasannya Aisyah Radhiallahu Anha:"Wahai Rasulullah, seluruh istrimu mempunyai kunyah selain diriku." Maka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, "Berkunyahlah dengan Ummu Abdillah." Setelah itu Aisyah selalu dipanggil dengan Ummu Abdillah hingga meninggal dunia, padahal dia tidak melahirkan seorang anakpun. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Abdurrazaq )

Hadist ini menunjukan disyari'atkannya kunyah sekalipun belum punya anak. Maka hendaklah kaum muslimin menerapkan sunnah ini baik kaum pria maupun wanita. Karena hal ini termasuk adab Islam yang tidak ada dalam agama-agama lainnya. Sungguh amat disayangkan banyak di antara kaum muslimin sekarang yang melupakan Sunnah ini. Amat jarang sekali kita menjumpai orang yang berkunyah padahal dia mempunyai banyak anak, apalagi yang belum punya anak!

Sumber:
Majalah Al Furqon Edisi 10 tahun ketujuh/ jumada ula 1429 H (Mei-Juni 2008)